All About Soto…

Siapa sih yang nggak kenal soto? Se’nggak-suka nggak-sukanya dengan Soto, orang Indonesia paling tidak sekali saja, pasti sudah pernah makan makanan ini. Banyak orang yang meyakini, soto ini sebagai masakan asli dari Indonesia. Jadi sangat wajar kiranya kalau masakan ini mudah sekali ditemui hampir di seluruh penjuru Indonesia.

Meskipun demikian, sejarah dan asal-usul masakan soto itu sendiri, tidak terlalu jelas. Apalagi kalau diperhatikan dari Sabang sampai Merauke, genre masakan soto sangat beragam sekali. Bahkan satu masakan dengan masakan yang lainnya bisa sangat berbeda. Berbeda dengan makanan khas Indonesia lainnya, berasal dari daerah mana sudah jelas. Misalnya; gudeg terkenal dari Jogja, nasi liwet dari Solo, pempek dari Palembang, konro dari Makassar, dll.

Tapi walaupun sangat beragam, soto tetap mempunyai kesamaan. William Wongso, pakar kuliner Indonesia, mengatakan, “Soto harus berkuah dan berbumbu. Bumbunya diulek dan disajikan panas. Kalau bumbunya dirajang, bisa masuk kategori pindang. Kalau kuahnya bening, masuk kategori sop”. Selain berkuah, soto juga berisi campuran sayuran dengan daging; bisa daging sapi, ayam, kambing, atau bahkan kerbau, dan kadang ada juga tambahan telur.

Masih menurut Wiliam Wongso, soto termasuk kategori comfort food. Artinya bisa dinikmati kapan saja, sebagai makan pagi, makan siang, atau bahkan makan malam.

Yes, as a soto lover, saya sungguh beruntung. Sejak dulu pertama kali bekerja, sangat kebetulan bahwa salah satu tuntutan pekerjaan mengharuskan saya untuk sering traveling ke seluruh wilayah Indonesia. Sehingga berkesempatan untuk mencoba soto dari satu kota ke kota lainnya. Dan berikut ini adalah daftar ‘Soto-soto terenak di seluruh Indonesia’. Tapi tentu saja daftar ini sangat subyektif menurut lidah saya, hehehe…

 

Soto Medan Sinar Pagi

Perjalanan kuliner soto ini kita mulai dari kota Medan. Soto Medan mempunyai kuah yang cukup kental. Kekentalan ini didapat karena kuah tersebut dibuat dari santan dengan sarat akan bumbu-bumbu dan rempah-rempah. Hasilnya? Rasa gurih yang sangat mantab. Dapat dipastikan kelezatan Soto Medan ini bisa membuat mulut ketagihan. Seperti yang sudah saya alami. Sejak mengenal soto ini, setiap kali ke kota Medan, saya selalu menyempatkan diri untuk bersantap soto ini.

Jika ingin menikmati soto Medan yang terenak, di RM. Sinar Pagi yang berada di Jln. Sei Deli-lah tempatnya. Walaupun tempatnya cukup kecil dan agak tersembunyi, RM ini sangat terkenal dan sangat ramai. Kita harus mempunyai kesabaran yang cukup untuk mengantri, karena mau datang jam berapa pun, dapat dipastikan tempat selalu penuh. RM ini buka dari jam 7 pagi sampai habis. Biasanya sih jam 2 atau 3 sore pasti sudah habis.

Di RM ini, selain menyediakan soto daging ayam, juga daging sapi, termasuk dengan jeroan (babat, usus, dan paru). Bagi yang tidak menyukai kuah santan, juga tersedia sop ayam atau daging yang sama nikmatnya. Dimakan dengan nasi hangat dan perkedel, duh…, nikmatnya…

 

Soto Betawi Haji Mamat

Bicara tentang soto, ada yang kurang kalau kita tidak menyebut Soto Betawi. Mungkin soto betawi ini adalah salah satu soto yang paling banyak digemari. Terbukti, soto ini tidak hanya dapat ditemukan di kota Jakarta dan sekitarnya (sebagai daerah asli masyarakat Betawi), tapi juga sangat mudah kita dapati di kota-kota lainnya.

Rasa dan tekstur Soto Betawi ini mirip dengan Soto Medan, karena sama-sama berkuah santan yang gurih. Bedanya, karena menggunakan rempah-rempah yang cukup banyak, tesktur Soto Medan sedikit lebih kasar dan rasa lebih legit. Namun demikian, Soto Betawi juga tidak kalah lezat. Bahkan di beberapa racikan Soto Betawi di Jakarta, juga menggunakan susu sebagai campuran kuahnya. Hasilnya kuah yang sangat creamy

Dan buat saya, yang menjadi juara untuk Soto Betawi adalah RM. Soto Betawi Haji Mamat. Saat ini RM ini ada 4 cabang; di Jalan Raya Serpong, Ruko Pasar Modern Karawaci, Ruko Tangerang City, dan Ruko Boulevard Summarecon Serpong.

Rasa soto di RM ini ada rasa pedas yang bercampur dengan kuah santan gurih. Dan saya menduga, pasti ada campuran susu dalam kuahnya. Rasanya, duh…, sangat nikmat sekali. Belum lagi daging yang sangat empuk. Meskipun demikian, bagi yang tidak menyukai kuah santan, di sini juga menyediakan kuah soto bening. Tapi menurut saya, yang namanya Soto Betawi sih harusnya kuah santan, hehehe….

Dan yang istiwewa di RM ini adalah menu oseng-nya. Ini yang tidak/belum pernah saya temui di tempat lain. Instead of dicampur dalam kuah soto, dagingnya dipisah dan dimasak lagi dengan cara dioseng. Potongan-potongan besar pilihan daging ayam, sapi, jeroan, dll., dioseng dengan bumbu bawang merah yang dipotong kasar, tomat, dan seledri. Sangat istimewa rasanya…

 

Soto Bandung Kantin M. Tarya

Siapa yang tak mengenal Soto Bandung? Hampir semua orang tahu dengan nikmat dan segarnya sajian berkuah yang satu ini. Soto Bandung ini agak berbeda dengan soto-soto kebanyakan, karena kuahnya bening. Soto Bandung terdiri dari daging sapi, irisan lobak yang tipis, dengan taburan kacang kedelai yang renyah dan gurih, ditambah garnis tomat, seledri, dan bawang goreng.

Menurut orang Bandung, Soto Bandung terenak di kota mereka adalah Soto Bandung Kantin M. Tarya yang beralamat di Jl. Mohammad Ramdhan. Saking terkenalnya soto ini, tidak heran jika banyak artis yang rela mampir untuk makan soto di tempat ini. Menu paling spesial di tempat ini adalah soto campur ditambah perkedel kentang yang masih panas.

Jika Anda penyuka karakter soto dengan kuah yang segar, wajib hukumnya untuk mencoba soto ini. Dijamin, mak nyuusss

 

Raja Soto Lama Bp. H. Suradi Khas Sokaraja

Satu lagi soto yang sangat khas yang berbeda dengan soto-soto di tempat lainnya, Soto Sokaraja. Soto ini dapat dikatakan unik, terutama karena adanya saus kacang yang berfunsi sebagai sambal. Dalam se porsi Soto Sokaraja, terdiri dari ketupat, kuah bening, taoge, kerupuk yang berwarna-warni, dan pilihan daging sesuai selera; daging sapi, ayam, ati ampela, atau campur.

Ketupat sebagai ganti nasi, tauge, daging yang empuk, disiram dengan kuah kaldu bening yang gurih. Berpadu dengan rasa manis gurih dan pedas dari saus kacang, membuat Soto Sokaraja menjadi hidangan yang sangat istimewa, slruuupppsss

Dari beberapa penjual soto di kota Sokaraja (±10 km dari Purwokerto), menurut saya yang the best adalah Raja Soto Lama Bp. H. Suradi Khas Sokaraja, di Jl. Jend. Sudirman, Sokaraja – Banyumas. Dalam setiap kesempatan melewati kota ini (biasanya saat nyetir mobil sendiri Jakarta – Jogja, PP), saya selalu mampir ke soto Pak Suradi ini.

 

Soto Kudus Pak Denuh

Satu lagi genre soto yang menasional. Sangat mudah menemui Soto Kudus di kota-kota besar seluruh Indonesia. Dengan berbahan baku ayam, taste Soto Kudus ini sangat mudah diterima di masyarakat Indonesia. Dalam menghidangkan soto ini, biasanya penjual sudah menyiapkan racikan soto dalam mangkuk kecil yang berisi; nasi putih, tauge, seledri, suwiran daging ayam, dan daun bawang. Kemudian disiram dengan kuah kekuningan agak keruh. Kuahnya sendiri terbuat terbuat dari kaldu ayam dan santan. Setelah itu ditaburi bawang putih goreng sebagai penguat rasa. Hhmm…, harum nikmat yang sangat menggoda selera.

Jika Anda berkesempatan untuk berkunjung atau sedang lewat Kota Kudus, mampirlah ke Soto Kudus Pak Denuh di Jl. AKBP Agil Kusumadya. Karena inilah soto yang terenak di kota Kudus. Cukup mudah untuk mencari lokasi RM makan ini, karena terletak di jalur utama Kota Kudus. Salah satu yang menarik dari RM ini, adalah adanya “pikulan” yang digunakan sebagai tempat meracik soto. Konon pikulan ini adalah tanda untuk mengingatkan perjuangan Pak Denuh saat memulai berjualan soto keliling, hingga saat ini sudah besar dan mempunyai beberapa cabang.

RM Soto Kudus Pak Denuh, hanya menggunakan ayam kampung sebagai bahan baku. Jika Anda tidak suka dengan penyajian nasi putih yang langsung dicampur ke dalam kuah soto, bisa juga disajikan secara terpisah. Dan sebagai pelengkap, di RM ini juga menyediakan aneka sate; telur puyuh, kerang, ati ampela, paru, sate udang, dll. Benar-benar kenikmatan tiada tara…

 

Soto Ayam Pak No, Semarang

Semarang sebagai salah satu kota di Indonesia yang terkenal akan banyaknya kuliner yang enak, juga mempunyai hidangan soto yang cukup terkenal. Salah satunya menurut saya yang terenak adalah soto Pak No. Soto ini mempunyai cukup banyak cabang yang tersebar di Semarang, yang saya gak hapal dimana saja. Tapi yang paling sering saya datangi adalah yang di Jalan Sukun, Banyumanik.

Oh ya, soto ayam di Semarang, sebenarnya nyaris sama dengan Soto Kudus. Disajikan dalam mangkok kecil, menjadikan tidak cukup kalau hanya menyantap satu porsi saja, hehehe…  Sajian aneka sate sebagai pelengkap pun mirip dengan Soto Kudus. Satu yang berbeda adalah tempe gorengnya, benar-benar legiitt…

Yang cukup menarik dari warung soto Pak No ini adalah, suasana Jawa yang ramah dan santai. Seluruh karyawan di warung ini menggunakan seragam batik. Tidak heran apabila warung ini selalu penuh. Bahkan di saat liburan, parkir di depan warung ini pun penuh dengan mobil-mobil berplat non Semarang; B, D, AB, AD, L, dll. Bahkan plat DK juga ada, plat mobil saya, hehehe…

 

Soto Ayam Lamongan Cak To, Undaan Wetan – Surabaya

Tak jauh berbeda dengan soto ayam pada umunya, soto ayam Lamongan ini juga terdiri dari nasi putih yang dicampur dengan kol, soun, irisan daging ayam, dan telur, yang kemudian disiram dengan kuah sotonya yang bening. Yang sedikit membedakan adalah adanya tambahan koya (kerupuk udang yang dihancurkan secara halus sampai berbentuk bubuk dan diberi bumbu) sebagai pelengkap.

Banyak orang yang mem-favorit-kan Soto Pak Sadi di Jl. Gubeng sebagai Soto Lamongan yang terenak. Tapi bagi saya, jauh lebih mantab soto Cak To yang ada di Jl. Undaan Wetan. Apalagi soto special yang selalu saya pesan, yaitu yang telah ditambahin dengan uritan (telur ayam muda). Benar-benar mak nyuss…

 

Soto Banjar Bang Amat

Setalah berkeliling di kota-kota Pulau Jawa, saatnya kita mencoba kenikmatan soto dari luar Pulau Jawa, Soto Banjar. Genre soto ini juga cukup terkenal di Indonesia, cukup mudah kita temui Soto Banjar di luar kota Banjarmasin. Soto ini memiliki cita rasa yang khas, gurih agak manis. Kuah kaldu yang tidak terlalu bening ditambah dengan potongan daging ayam dan telur rebus serta perkedel semakin menambah kenikmatan. Rasa rempahnya sangat khas, dan kuahnya memiliki kedalaman rasa yang unik dan sangat membuat ketagihan

Dalam beberapa kali kesempatan ke kota Banjarmasin, saya selalu makan soto di tempat yang sama, Soto Banjar Bang Amat. Menurut masyarakat Banjarmasin, ini lah soto yang terenak. Ya sudahlah, gak perlu mencoba di tempat lain kalau begitu. Dan benar, rasanya memang dahsyat… Penggunaan rempah-rempah sebagai bumbu, seperti merica, kayu manis, pala, dan cengkeh, membuat rasa dan aromnya sangat kuat menggugah selera.

Selain rasanya yang benar-benar menggoda, pemandangan di RM ini juga sangat menarik, yaitu terletak di tepi Sungai Martapura. Para wisatawan biasanya setelah berwisata menyusur sungai dan mengunjungi pasar terapung di Lok Baintan, memilih untuk makan pagi atau makan siang di RM ini. Konon, RM ini juga menjadi favorit Wakil Presiden kita saat ini, Bp. Jusuf Kalla.

 

Pallu Basa Serigala

Walupun namanya pallu basa, tapi saya tetap mengkategorikan masakan ini soto. Oopss, tapi nanti dulu, jangan salah. Bagi yang belum mengenal, masakan ini tidak menggunakan daging serigala, melainkan daging sapi. Kenapa namanya serigala? Karena warung ini letaknya ada di Jl. Serigala – Makassar.

Pallu basa ini mirip-mirip dengan Coto Makassar. Perbedaannya, pallu basa ini dilengkapi dengan bumbu khusus khas, yaitu kuah kaldu yang ditaburi kelapa parut yang telah disangrai, sehingga kuah menjadi kental. Daging sapi yang digunakan adalah daging bagian pelipis, jeroan-jeroan, dan segala macam lemak-lemakan. Berkolesterol tinggi, tapi sungguh nikmat.

Warung ini cukup kecil dan berupa tenda. Terasa sangat panas, apalagi di kota Makassar yang kita tahu sebagai kota pesisir yang juga panas. Apalagi pallu basa ini juga disajikan panas. Menu favorit saya adalah pallu basa yang memakai alas. Apa maksudnya? Yang dimaksud adalah kuning telur ayam kampung setengah matang. Sudah pasti, dokter mana pun tidak akan merekomendasikan makanan ini. Tapi kalau Anda ke Makassar tidak mencoba Pallu Basa Serigala ini, ahhh…, sangat rugi.

 

Jogjakarta

Akhirnya sampai juga kita di Jogja, kampung halaman saya. Bagi saya, kota Jogja adalah “Ibukota-nya Soto di Indonesia”. Hehehe, maaf kalau sangat subyektif. Tapi bagi yang sudah pernah ke Jogja atau bahkan pernah tinggal, pasti mengakui, soto-soto di Jogja sangat bervariasi dan hampir semuanya enak.

Berbeda dengan soto lainnya, yang menggunakan nama kota/daerah asalnya, di Jogja kita tidak akan menemui yang namanya Soto Jogja. Karena memang soto di Jogja memang sangat banyak sekali variannya. Tapi secara umum dapat dibagi dalam dua kategori; soto ayam dan soto sapi.

Soto-soto ayam yang terkenal antara lain; Soto Sawah di Soragan, Soto Kadipiro, dan Soto Pak Gareng di depan Stasiun Tugu. Untuk soto sapi; Soto Pak Sholeh di Tegalrejo, Soto Pak Marto di Tamansari, Soto Sulung di Stasiun Tugu, dan Soto Sumuk di Gondolayu.

Maaf, karena saking banyaknya, saya gak bisa bahas satu per satu kelezatan soto-soto di Jogja ini. Kalau pengen tahu, ayo ke Jogja saja. Saya siap buat nganterin ke warung-warung soto itu satu per satu. Apalagi kalau ditraktir, hehehe… Tenang saja, harga makanan di Jogja murah-murah kok.

Saya jamin, setelah mencicipi soto-soto di Jogja satu per satu, pasti akan mengamini pendapat saya, “Jogja adalah Ibukota-nya Soto di Indonesia…”

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top