South Africa

Capetown map

Sudah dua minggu di Afrika Selatan aku belum kemana-mana karena setiap kali tanya teman-teman di lab selalu saja jawabannya selalu menakutkan. “Disini kamu harus hati-hati karena tidak aman, banyak tindakan kriminal dimana-mana”. Akhirnya setelah aku tanya-tanya melulu dan mereka tidak punya waktu untuk menemani mereka kasih tahu. “Kamu bisa naik kereta api ke pusat kota CapeTown tapi setiap kali pilihlah di gerbong yang depan (tiketnya lebih mahal) karena lebih aman”. Sejak runtuhnya politik apartheid, keadaan belum stabil. Meskipun sudah terjadi persetujuan antara de Klerk dan Nelson Mandela untuk memulai proses rekonsiliasi tetapi prosesnya memang sangat sulit karena sudah lamanya penerapan politik apartheid, 48 tahun !!. Dalam hal politik, orang kulit hitam sudah mulai ambil alih, dalam bidang sosial selalu terjadi insiden-insiden karena perbedaan status sosial yang besar: adanya perampokan di perumahan orang kulit putih, penjarahan tempat bisnis dan lain-lain. Wajar bila teman-teman aku yang kulit putih sangat kuatir. Tapi bila aku tanya yang kulit hitam mereka menjawab santai kamu bisa naik kereta atau taxi. Taxi yang dimaksud disini adalah seperti angkot, biasanya isinya orang kulit hitam. Orang kulit putih kebanyakan punya mobil sendiri. Wahhh kayaknya kalau disini aku akan dianggap orang Malay… orang Malay cenderung dimasukkan ke orang kulit hitam… harusnya aku nyantai saja lahhhh .

Akhirnya aku naik kereta ke CapeTown, sampai di Capetown, stasiun kereta cukup ramai, di sebelahnya ada pasar kaki lima,menjual berbagai macam souvenir: ada yang dari kayu, banyak dari batu-batuan, kaos, pin-pin dan lain-lain. Afrika Selatan terkenal dengan produksi berliannya yang katanya kualitasnya nomer satu sedunia, selain itu ada batu-batuan lain dari yang masih mahal saphir, emerald, ruby, sampai batu-batuan yang murah. Ada bis bertingkat  yang membawa wistawan keliling kota CapeTown dan berhenti di tempat-tempat tujuan wisata. Kunjungan pertama adalah table mountain !! Sepanjang jalan melewati Capetown City hall, Assembly National, Gerejanya Desmond Tutu dan lain-lain. Jadi teringat pelajaran sejarah yang dulu sering aku hafalin . Kota Capetown cenderung lengang, buat aku yang terbiasa kebisingan Jakarta. Setelah bus sampai di kaki Table Mountain, dari sini terlihat Table Bay dan kota Cape Town terhampar di depan…. Sungguh menakjubkan!! Magnique .. !!! kata orang Perancis. Sebenarnya pingin sich menguji kekuatannku naik gunung untuk sampai diatas tapi berhubung waktunya sangat sedikit… jadi pakai Cable way aja lah :D.

220px-Tablemountain_kabelkar

 

Sampai diatas … ohhhhh lebih indah dari yang tadi. Table Mountain!! disebut demikian karena diatas seperti batu yang terpotong rata sehingga menyerupai meja. Bukit-bukit di sekitarnya juga terdiri dari batu-batuan. Bagaimana ya terjadinya ? Tampak di kejauhan Lion head… bukit yang menyerupai Singa. Hamparan Table Bay terlihat jelas. Konon kabarnya Table Bay pertama kali ditemukan Bartolomeu Diaz yang melakukan pelayaran dari Eropa, sejak itu Table Bay menjadi pelabuhan alam yang menjadi tempat perlindungan terhadap badai dan persinggahan kapal-kapal yang melakukan pelayaran dari Eropa ke Asia.

Tanaman yang ada di Table Mountain sangat minim karena memang terdiri dari batu-batuan. Sebagian besar didominasi oleh tanaman dari family proteacae dan ericacae yang menghasilkan bunga-bunga kecil dan berwarna-warni. Rasanya betah disini “ like in heaven” 😀 kayak pernah aja. Seandainya aku punya rumah disini .

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seharian yang menyenangkan… tapi masih banyak lagi tempat yang perlu di explore !!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top